Pemenuhan Hak Masyarakat Dalam Pengelolaan Lahan Pertanian Berdampak Pada Lingkungan: Tinjauan Kritis Pembakaran Lahan

Arif Rohman, Syafruddin Syafruddin

Abstract


Pola pertanian yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia berfariasi, sebagian besar menggunakan lahan tetap dan ada juga yang menggunakan konsep lahan berpindah. Tidak jarang kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan lahan pertanian adalah dengan cara membakar, hal ini untuk meminimalisir penggunaan pestisida terhadap kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hak masyarakat dalam pengelolaan lahan pertanian dan akibat hukum pengelolaan lahan yang berdampak pada lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode normative-sosiologis, menganalisis produk hukum yang berlaku seperti (UU Pertanian, UU Lingkungan dan KUHP) kemudian disinkronkan dengan beberapa putusan pengadilan sehingga menghasilkan deskripsi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa UU memberikan ruang kepada masyarakat sesuai kearifan lokal untuk membuka dan mengelola lahan pertanian dengan cara membakar, tetapi UU tersebut membatasi luasan lahan yang diperbolehkan untuk dibakar yakni maksimal 2 (dua) hektar per kepala keluarga. Beberapa kasus pembakaran lahan diputus oleh pengadilan bersalah dikarenakan api meluas hingga melebihi batas maksimal, beberapa mengenai lahan pertanian dan membahayakan lahan orang lain. 


Keywords


Pemenuhan Hak Masyarakat; Kearifan Lokal; Tindak Pidana; Pembakaran Lahan.

Full Text:

PDF

References


Buku

Bernadinus Steni, B. dan Susilaningtias, (2007), Tindak Pidana Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam dalam Berbagai UndangUndang Sektoral dan Upaya Kodifikasinya ke dalam RKUHP, HUMA dan Aliansi Nasional Reformasi KUHP, Jakarta.

Budi Harsono, (2008), Hukum Agraria Indoneaia: Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria Isi dan Pelaksanaannya, Edisi Revisi Cetakan 12, Djambadan, Jakarta.

Human Rights Watch, (2019), Kehilangan Hutan Berarti Kehilangan Segalanya: Perkebunan Kelapa Sawit dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia, HRW dan AMAN, Amerika Serikat.

Peter Mahmud Marzuki, (2005), Penelitian Hukum, Kencana, Jakarta.

WALHI, (2017), Walhi Position Paper on Food Sovereignity, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia.

Jurnal

Prsaulian, Baginda, (2020), Analisis Kebijakan Dalam Upaya Penegakan Hukum Lingkungan Hidup di Indonesia, Jurnal Reformasi Administrasi: Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani, Vol. 7, No. 1, Edisi Maret 2020: 56-62, https://ojs.stiami.ac.id/index.php/reformasi/article/view/839, diakses 13 April 2021.

Darjono, (2003), Pengalaman Penegakan Hukum yang Berkaitan dengan Kebakaran di Area Perkebunan dan HTI Rawa Gambut, Prosiding Semiloka: Palembang Sumatera Selatan, 10-11 Desember 2003, http://gfmc.online/wp-content/uploads/Sumatera-peatland-fire-proc-Part-3.pdf, diakses 15 April 2021.

Fajri, M.N, (2016), Penindakan Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan dengan Pendekatan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Integritas: Jurnal Anti Korupsi, Vol. 2 No. 1 Agustus 2016: 43-67, https://jurnal.kpk.go.id/index.php/integritas/article/view/124, diakses 12 April 2021.

Josua Indra S, Nur Rochaeti dan R.B. Sularto, (2017), Kajian Kriminologi Terkait Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Pembakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau, Diponegoro Law Journal, Vol. 6 No. 2, 2017: 1-15 https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/19640, diakses 13 Juni 2021.

Hakim, Dani Amran, (2015), Politik Hukum Lingkungan Hidup di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 9 No. 2 Eidisi April-Juni 2015, https://jurnal.fh.unila.ac.id/index.php/fiat/article/view/592, diakses 10 Juni 2021.

Haryadi, Prim, (2017), Pengembangan Hukum Lingkungan Hidup Melalui Penegakan Hukum Perdata di Indonesia, Jurnal Konstitusi, Vol. 14 No. 1 Edisi Maret 2017, https://jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/882, diakses 10 Juni 2021.

Nasution, Ali Imron dan Taupiqqurrahman, (2020),Peran Kearifan Lokal Masyarakat Membuka Lahan Dengan Cara Membakar Sebagai Upaya Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Jurnal Esensi Hukum, Vol. 2, No. 1 Edisi Juni 2020, https://journal.upnvj.ac.id/index.php/esensihukum/article/view/21, diakses 10 Maret 2021.

Rifqi, Muhammad, (2017), Ladang Berpindah dan Model Pengembangan Pangan Indonesia (Studi Kasus Daerah Dengan Teknik Ladang Berpindah dan Pertanian Moderen), Seminar Nasional Inovasi dan Aplikasi Teknologi di Industri 2017, ITN Malang, 4 Februari 2017, h. 1.

Yusuf, Muslim Andi, (2016), Kepastian Hukum Hak Masyarakat Hukum Adat Atas Tanah dan Sumberdaya Alam, Prosiding Seminar Nasional, Universitas Cokroaminoto Palopo, 2016, https://journal.uncp.ac.id/index.php/proceding/article/view/508/0, diakses 5 Februari 2021, hlm. 675.

Yusyanti, Dina, (2019), Tindak Pidana Pembakaran Hutan dan Lahan Oleh Korporasi Untuk Membuka Usaha Perkebunan, Jurnal Penelitian Hukum DE JURE, Vol. 19 No. 4 Desember 2019: 455-478, https://ejournal.balitbangham.go.id/index.php/dejure/article/view/851, diakses 13 Juni 2021.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan tentang Peraturan Hukum Pidana

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lebaran Negara Nomor 3888)

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lebaran Negara Nomor 5059)

Website resmi

Abdulah Sani, Bakar Lahan di Kebun Sendiri, Petani di Inhu Ditangkap Polisi, https://www.merdeka.com/peristiwa/bakar-lahan-di-kebun-sendiri-petani-di-inhu-ditangkap-polisi. diakses pada 15 Februari 2021.

Ariska Puspita Anggraini, Terjadi Hampir Setiap Tahun, Karhutla Bisa Jadi Bencana Nasional?, https://www.kompas.com/tren/read/2019/09/14/152616465/terjadi-hampir-setiap-tahun-karhutla-bisa-jadi-bencana-nasional. diakses pada 15 Februari 2020.

Darjono, Pengalaman Penegakan Hukum yang Berkaitan dengan Kebakaran di Area Perkebunan dan HTI Rawa Gambut, Prosiding Semiloka: Palembang Sumatera Selatan, 10-11 Desember 2003, http://gfmc.online/wp-content/uploads/Sumatera-peatland-fire-proc-Part-3.pdf, diakses 15 April 2021.

Harry Pearl dan Erin O’Connell, Pertanian Perladangan Berpindah Menciptakan Ekosistem Alami, https://forestsnews.cifor.org/40193/pertanian-perladangan-berpindah-menciptakan-ekosistem-alami. diakses pada 15 Februari 2021.

Nur Rohmi Aida, Kabut Asap dan Karhutla Riau, Peristiwa Tahunan yang Selalu Berulang, https://www.kompas.com/tren/read/2019/09/13/194927565/kabut-asap-dan-karhutla-riau-peristiwa-tahunan-yang-selalu-berulang. diakses pada 15 Februari 2020.

Nurmulia Rekso Purnomo, Kebakaran Hutan Kebanyakan Dilakukan Perusahaan Untuk Tujuan Bisnis, https://www.tribunnews.com/nasional/2016/08/24/kebakaran-hutan-kebanyakan-dilakukan-perusahaan-untuk-tujuan-bisnis. diakses pada 15 Februari 2021.

Rangga Erfizal, 6 Petani di Sumsel Tertangkap Membakar Lahan untuk Perkebunan, https://sumsel.idntimes.com/news/sumsel/muhammad-rangga-erfizal/6-petani-di-sumsel-tertangkap-membakar-lahan-untuk-perkebunan. diakses pada 15 Februari 2021.

Rhama Purna Jati, Petani Cabai Ditangkap Karena Membakar Lahan, https://www.kompas.id/baca/nusantara/2019/08/15/petani-cabai-ditangkap-karena-membakar-lahan. diakses pada 15 Februari 2021.

Suwandi, Petani Pembakar Lahan Ditangkap, Walhi Minta Jangan Langsung Dipenjara, https://regional.kompas.com/read/2020/08/04/12281421/petani-pembakar-lahan-ditangkap-walhi-minta-jangan-langsung-dipenjara. diakses pada 15 Februari 2021.

Ya’cob Billiocta, Praktik Pembukaan Lahan Dnegan Cara Dibakar Memiliki Risiko Tinggi, https://www.merdeka.com/peristiwa/praktik-pembukaan-lahan-dengan-cara-dibakar-memiliki-risiko-tinggi. diakses pada 25 Februari 2021.




DOI: http://dx.doi.org/10.29303/ius.v9i2.914

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Arif Rohman

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web
Analytics Jurnal IUS statcounter

https://ix0.org/toc/2477-815X