THE POSITION AND AUTHORITY OF CONSTITUTIONAL COURT IN CONSTITUTIONAL SYSTEM OF THE REPUBLIC OF INDONESIA

AD. Basniwati

Abstract


According to institutional or organization system the existence of constitutional court as one of judicial body is not a subordinate of supreme courts other judicial body. This is mean; there are dual highest judicial body among judicial authorities,  which are the supreme court and constitutional court. The arising problem is related to the function and position of constitutional court  in constitutional system of the people of Indonesia. Standing position of constitutional court as a highest judicial body implicates to the Supreme Court. Where  before the formation of constitutional court,  supreme court was the highest judicial body which coordinates all judicial power,  afterward,  there is one judicial body which stand equally to it,  that is constitutional court. Moreover,  through its constitutional authority.  constitutional court hold the authority implementation of Supreme Court to examine regulation which hierarchy level lower than the law against the valid law.
Keywords : Constitutional court


Full Text:

PDF

References


Buku-Buku :

Asshiddiqie, Jimly 2002. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat, Jakarta : Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Asshiddiqie, Jimly. 2006. Peradilan Konstitusi di Sepuluh Negara, Kompress, Jakarta.

Asshiddiqie, Jimly. 2005. Hukum Acara Pengujian Undang-Undang, Pusat Study Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Azhary, M. Tahir. 1992. Negara Hukum : Suatu Studi tentang Prinsip-Prinsipnya Dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Negara Madinah dan Masa Kini. Jakarta : Bulan Bintang.

Estiko, Didit Hariadi, dan Suhartono (Ed). 2003. Mahkamah Konstitusi: Lembaga Negara Baru Pengawal Konstitusi : Lembaga Negara Baru Pengawal Konstitusi, Jakarta : Pusat Pengkajian dan Pelayanan Informasi Sekretariat Jenderal DPR-RI, Agarino Abadi.

Huda, Ni’matul. 2003. Politik Ketatanegaraan Indonesia : Kajian terhadap Dinamika Perubahan UUD 1945. Yogyakarta : FH UII Press.

Kusnardi, M. dan Bintan R. Saragih. 1994. Susunan Pembagian Kekuasaan Menurut Sistem UUD 1945. Jakarta : Gramedia. Lampung Post (Lampung). 10-11 Agustus 2003.

Logeman, J.H.A. 1975. Tentang Teori Suatu Hukum Tata Negara Positif (Judul Asli : Over de Theorie van een Stellig Staats Recht, 1948). Diterjemahkan oleh Makkatutu dan J.C. Pengkerego. Jakarta : Ichtiar Baru-Van Huove.

Manan, Bagir. 2003. Teori dan Politik Konstitusi. Yogyakarta : FH UII Press.

Mertokusumo, Sudikno, dan A. Pitio. 1993. Bab-Bab tentang Penemuan Hukum, Kerj Sama antara Konsorsium Ilmu Hukum, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan The Asia Foundation. Bandung : Citra Aditya Bakti.

Nusantara Abdul Hakim G. 1998. Politik Hukum Indonesia. Jakarta : Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

Panggabean, Henry P. 2001. Fungsi Mahkamah Agung dalam Praktik Sehari-hari : Upaya Penanggulangan Tunggakan Perkara dan Pemberdayaan Fungsi Pengawasan Mahkamah Agung, Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

Sri Soemantri. 1997. Hak Uji Material di Indonesia, Alumni, Bandun.

Wahyono, Padmo. 1987. Kamus Tata Hukum Indonesia. Jakarta. Ind. Hill-Co.

Widjojanto, Bambang, Saldi Isra, dan Marwan Mas (Ed.). 2002. Konstitusi Baru Melalui Komisi Konstitusi Independen. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPRRI/1999 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara Tahun 1999-2004.

Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor III/MPRRI/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-Undangan.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman..

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi.

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman.




DOI: http://dx.doi.org/10.12345/ius.v2i5.169

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal IUS (Kajian Hukum dan Keadilan)

Web
Analytics Jurnal IUS statcounter

https://ix0.org/toc/2477-815X

View full indexing services.