THE OVER USE OF PLANTATION LAND DUE TO BECOMING TOURISM AREA IN THE PERSPECTIVE OF SPACE PLANNING
Abstract
Conversion of the land is a land use or land be put into function a form other than in accordance with the previous function parties interests involved in over the function. Over the function of plantation land into a tourism district is function a farming area to area tourism or business tourism services such as hotels, villas, resorts and tourism business. Each activity over the function of land or land use can not escape from the spatial aspects . Code space is a structure of space and pattern space. while Setup is a system of spatial planning processes , space utilization and operation of space utilization . Each activity over the function of land into a tourism area should refer to the relevant spatial area and not detrimental to the interests of others . And slowly over the function of each activity should be referred to the natural environment to maintain the balance of ecosystems and sustainable developmentKeywords : Land Function Conversion, Tourism , Spatial
Downloads
References
Buku
AP. Parlindungan.2008. Komentar Atas Undang-Undang Pokok Agraria. Bandung: Mandar Maju.
Adrian Sutedi. 2007. Implementasi Prinsif Kepentingan Umum Dalam Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan. Jakarta: Sinar Grafika.
Anonim. 2004. Pengolahan Data Statistik dengan SPSS 12. Edisi Pertama. Yogyakarta. Penerbit Andi dan Wahana Komputer. E-Journal Agribisnis dan Agrowisata ISSN: 2301-6523 Vol. 1, No. 1, Juli 2012
Boedi Harsono. 2008. Hukum Agraria Indonesia, Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaanya.Jakarta: Djambatan.
Dinas Kebudayaan Bali. 2000. Inventori Warisan Budaya Penting dan Mendesak!. Media Dialog Kebudayaan. No. 007/IV/2000.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Bali. 2007. Fenomena dan Strategi Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pengentalian Konversi Lahan Sawah di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat. http://pse.litbang.deptan.go.id. diunduh 25 September 2011.
Hasni.2010. Hukum Penataan Ruang Dan Penatagunaan Tanah, edisi kedua. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Irwan soerodjo. 2003. Kepastian Hukum Hak Atas Tanah Di Indonesia. Surabaya: Arkola.
Ilham, N., Syaukat, Y., dan Friyanto, S. 2003. Perkembangan dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konversi Lahan Sawah Serta Dampak Ekonomi. http.//ejournal.unud.ac.id. diunduh tanggal 20 Agustus 2011.
Kartini Muljadi dan Gunawan Widjaja. 2007 Hak-hak atas tanah.jakarta: kencana..
Kustiawan. 1997. Pengertian Alih Fungsi Lahan. http.//repository.ipb.ac.id. diunduh tanggal 6 Agustus 2011.
Muchsin dan Imam Koeswahyono.2008. Aspek Kebijaksanaan Hukum Penatagunaan Tanah Dan Penataan Ruang. Jakarta: Sinar Grafika
Munir. 2008. Dampak Alih Fungsi Lahan. http.//repository.ipb.ac.id. diunduh tanggal 6 Agustus 2011.
Mahfud.MD. 2010. Membangun Politik Hukum menegakkan konstitusi.Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Nyoman Nurjaya. 2008. Pengelolaan sumber daya alam dalam perspektif antropologi hukum. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Santoso, S. 2004. Buku Latihan SPSS Statistik Multivariat. Cetakan Ketiga. Jakarta: Penerbit PT. Elex Media Komputindo.
Sinaga. 2006. Pengertian Alih Fungsi Lahan. http.//repository.ipb.ac.id. diunduh tanggal 6 Agustus 2011.
Utomo, M., Rifai, E. dan Thahir, A. 1992. Pengertian Alih Fungsi Lahan. http.//repository.ipb.ac.id. diunduh tanggal 6 Agustus 2011.
Wicaksono. 2007. Penyebab Alih Fungsi Lahan. http.//repository.usu.ac.id. diunduh tanggal 20 Agustus 2011.
Widayat dan Amirullah. 2002. Riset Bisnis. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.
Yanis Maladi. 2008. Pendaftaran Tanah Nasional Dan Kehidupan Hukum Masyarakat Perspektif Teori Teori Sosial. Yogyakarta: Mahkota Kata.
Yanis Maladi. 2013. Reforma Agraria Berparadigma Pancasila Dalam Penataan Kembali Politik Agraria Nasional. Jurnal fakultas hukum UGM. VOL 25.
Yanis Maladi. 2013. Kajian Hukum Kritis Alih Fungsi Lahan Hutan Berorientasi Kapitalis. Jurnal Dinamika Hukum Universitas Jenderal Soedirman. Vol. 13.
Published
How to Cite
Issue
Section
The authors hold the copyright. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal. How ever the author should affirming that the article is their original work should accompany the article via online submission form. Authors are permitted to share a Preprint of their article anywhere at any time. Link Declaration of originality (PDF)